Renung

Entah kali ke berapa, entah malam ke berapa, renung menjadi pelarianku dari semua kecewa.

Renung selalu menjadi tempat rahasia terbaik, untuk aku berbincang dengan sepenuhnya diriku.

Karena tak ada siapa pun selain diriku.

Dalam renung,
aku menemukan banyak jawaban yang pernah hilang.
Jawaban yang kucari di luar, 
malah aku temukan dalam diriku sendiri.

Mungkin, jawaban tak pernah hilang.
Hanya aku saja mencarinya di tempat yang tidak tepat.

Hanya, aku saja yang terlalu memaksa, terlalu menginginkan jawaban itu ada di luar.

Hanya agar aku mempunyai alasan, untuk mencari ke luar.
Bukan ke dalam diriku.

Dalam renung,
aku menemukan diriku yang salah, 
yang mau mengakui, meski berbisik.

Dalam renung,
aku menemukan syukur, yang malu-malu ingin aku ucapkan.

Dalam renung aku meyakini,
bahwa untuk mengerti, aku butuh sepi.

Komentar